Latest Post

Sepanjang dekade 90’an, Indonesia berada di ambang perubahan yang spektakuler. Pertanyaan yang begitu lama dipendam mulai mencuat. Suara perlawanan yang dibungkam berteriak semakin kencang. Di balik bayang-bayang keruntuhan Orde Baru, dunia musik bawah tanah Jakarta tengah mengalami revolusinya sendiri.

Eka Annash, Ade “Taba” Yusuf, Ondy Rusdy, Bin Harlan, dan Edo Wallad berbagi kenangan mereka tentang Poster Cafe, punk, revolusi musik, seks, narkoba, dan amarah remaja.

Blog Post

9 months 3 days ago

Setelah sekitar seribu tujuh ratus komentar menyesaki akun Instagram band Barasuara, ada yang berseloroh: “Sudah beres belum perang antara polisi s

11 months 4 days ago

Ketika perang selesai, yang sebetulnya kalah adalah para prajurit.

11 months 1 week ago

Untuk pertama kalinya, pada pagelaran Sajama Club bulan lalu, kami memutuskan untuk menjual Disorder Zine.

1 year 1 month ago

Skena rock tua Indonesia kembali menjadi kiblat bagi trio asal Jakarta ini, dengan memainknan riff-riff dipadu dengan mengambil

1 year 3 months ago

“HEY, sedang apa kamu di sini?”

1 year 3 months ago

Sekarang, anda bisa punya kartu kredit dengan gambar Sex Pistols.

1 year 3 months ago

Manimal adalah album pertama yang saya beli dengan uang saya sendiri.

1 year 4 months ago

Ketika kita memandang pop, kita lebih senang melongok ke masa lalu.

1 year 5 months ago

Record Store Day, sebuah perhelatan massal di seluruh dunia yang dimulai di Amerika Serikat (San Francisco lebih tepatnya) di tahun 2008 dan dibuka

1 year 6 months ago

CATATAN REDAKSI: Satu hal yang patut diingat dan dicamkan baik-baik sebelum membaca adalah bahwa di tulisan ini, ‘rock’ dan ‘punk’ sering ditul

1 year 6 months ago

Jika saya harus percaya akan satu hal, maka saya akan mempercayai adanya rasa takut.

Subscribe to Front page feed