Latest Post

Duo Lintas Negara, Antaralain Rilis Debut Minialbum

Band Indie/Folk, Antaralain akan merilis debut minialbumnya pada Record Store Day, 19 April mendatang yang diselenggarakan di Sakapatat, Jl Diponegoro 40, Semarang. Mereka sekaligus melepas singgle perdananya bertajuk "Pos Ronda" bersamaan merilis videoklip lagu tersebut.

"Lagu ini bernuansa apokaliptik, ketika seseorang melihat kiamat dan bertahan dalam sebuah tempat kecil yang kami representasikan sebagai Pos Ronda," ujar Megan Hewitt, sang vokalis berkebangsaan Amerika Serikat. Bersama dengan Garna Raditya sebagai gitaris, EP yang bertajuk "Among Others" ini berisi 8 lagu yakni In The Shadow, Luna, Pos Ronda, Jalan Raya Bahaya, The Orchid Man, Scenes Familiar dan Intro-Outro.

Pada lagu "Jalan Raya Bahaya" menceritakan tentang pejalan kaki ketika haknya terenggut oleh pengendara motor berdasarkan pengalaman mereka berdua. "Saya merasakan betapa membahayakan jalan raya disini. Bahkan ketika lampu merah pun masih banyak pengendara motor/mobil menerobos. Begitu juga yang nekat melintasi trotoar disaat macet. Kalau perlu, berani menghadang dan melawan secara fisik. Percuma menunggu polisi menegur mereka," tegas Garna yang juga gitaris dari band grindcore, AK//47 ini. Sedangkan "The Orchid Man" menceritakan tentang manusia yang tekun menanam bunga anggrek, seperti halnya merawat seorang makhluk hidup lainnya agar memberi keseimbangan kepada alam. Selain itu beberapa lagu lainnya juga sarat dengan pemikiran lintas persepsi akan budaya timur dan barat.

Sebelumnya EP tersebut sudah dirilis pada 2014, ketika mereka berdua menggelar tur kecilnya di California, AS.  Mendapat respon positif, duo suami-istri yang berdiri 2012 ini memulai untuk menggelar show di Indonesia. Awal mula Antaralain berdiri, ketika Megan melakukan penelitian untuk disertasinya di Indonesia. Disela-sela waktunya, mulai menulis lagu dengan Garna dan memulai untuk menjajaki panggung. Meski harus bolak-balik Berkeley-Semarang, mereka kemudian mulai untuk merekam lagu.

Meski sempat terpisah dengan jarak, mereka tetap latihan dengan bertukar file melalui surat elektronik atau latihan menggunakan Skype. "Hambatannya ketika disaat koneksi internet lambat. Latihan jadi berantakan," seloroh Megan. Kini selama Megan berada di Indonesia, dimanfaatkan untuk menyelesaikan minialbum. Rilisan tersebut berformat cakram padat yang dibawah naungan Vitus Records dan akan melangsungkan tur ke berbagai kota. (*)

Youtube: