Latest Post

Pembukaan Pameran Tunggal ASEP TOPAN "Lost in Transaction"

Dewan Kesenian Jakarta mempersembahkan:

Pameran Tunggal ASEP TOPAN

LOST IN TRANSACTION

 

Kurator
MAHARDIKA YUDHA

Pembukaan
Rabu, 2 Juli 2014, 19.00 WIB

Pertunjukan Musik
Angkatan Udara

Pameran
3 - 11 Juli 2014
10.00 - 21.00 WIB

Artist’ Talk
Kamis, 10 Juli 2014
15.00 – 17.00 WIB

Tempat
Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki
Jalan Cikini Raya, No. 73 Jakarta Pusat

Bagaimana Asep Topan, seorang seniman Generasi Y (Milenia) yang dibesarkan oleh teknologi komunikasi instan seperti email, sms, media pertemanan seperti Facebook dan Twitter, yang dibesarkan jargon-jargon kebebasan berekspresi pascareformasi 1998, merespon peristiwa politik di Indonesia? Terutama tahun politik 2014, yang beberapa waktu lalu telah diselenggarakan pemilihan umum anggota legislatif dan dalam beberapa hari mendatang akan diselenggarakan pemilihan presiden untuk lima tahun ke depan.

Sebagai anak muda yang kritis, tidak antipati terhadap politik, bahkan bagaimana menjadikan politik sebagai sebuah mainan yang mengasyikkan, di manakah posisi keberpihakannya [pandangannya] dalam melihat hubungan politik dan kehidupan kesehariannya? Lalu bagaimana seniman lulusan seni grafis tahun 2011 ini melihat dan menjembatani tradisi hubungan seni grafis dengan peristiwa politik di Indonesia yang sudah lekat sejak kemunculannya di masa perjuangan dan revolusi dahulu? Dan bagaimana seniman, kurator, pengajar, dan juga penulis yang baru saja menerbitkan buku kumpulan tulisannya, Sketsa dan Sebuah Kesalahan ini melihat ‘perang media’, baik wacana pemberitaan transaksi politik dalam pemilihan umum, juga dalam hal moda produksi seperti negosiasi teknik grafis antara yang manual seperti cetak saring (sablon) dengan teknologi media digital?

Pameran Lost in Transaction mencoba melihat transaksi politik di wilayah sosial ataupun yang berkaitan dengan budaya visual. Pameran ini akan membagi alur abstraksi dari gagasan Asep Topan menjadi dua bagian dan bagaimana lapis-lapis informasi serta gugatan Generasi Y terhadap peristiwa politik penting yang akan menentukan masa depan bangsa ini. Apalagi menjelang peristiwa besar 9 Juli 2014 mendatang, perang pencitraan dan pendapat telah berlangsung dengan kerasnya antara dua kubu pendukung calon presiden.

Pertarungan yang tidak hanya berlangsung di media massa antara para pemilik modal dan media, tetapi juga pertarungan visi (vision) masyarakat umum yang berlangsung di jejaring sosial internet hingga warung-warung pinggir jalan. Pameran ini akan memberikan perspektif lain dalam melihat peristiwa politik 2014 ini, terutama dari seorang anak muda generasi sekarang yang akan memiliki peran penting di masa mendatang dalam memutus jalur kembalinya pemerintahan ‘tangan besi’ Orde Baru dan membungkam kebebasan berekspresi.

Asep Topan lahir di Majalengka, 27 Juni 1989. Ia adalah seorang seniman, kurator independen dan pengajar seni rupa. Setelah menyelesaikan studi di Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta pada 2011, ia banyak terlibat dalam berbagai proyek seni bersama ruangrupa. Asep Topan pernah menjadi periset di Indonesian Street Art Database pada periode 2011 - 2012. Pada 2013, ia mewakili Indonesia dalam ASEAN Youth Camp 2013 yang diselenggarakan oleh ASEAN dan National Heritage Board di Singapura.

Selain itu, ia aktif di komunitas seni grafis Refreshink Printmaking sejak akhir 2011. Dalam beberapa tahun terakhir, ia terlibat dalam beberapa penyelenggaraan pameran di Taman Ismail Marzuki, Japan Foundation, Jakarta 32°C, serta ARTE Indonesia Arts Festival. Ia juga bertindak sebagai salah satu staf pengajar di Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta, antara lain untuk mata kuliah Sejarah Seni Rupa Indonesia, Aktivisme Seni.