Latest Post

Lima Belas Menit Rapalan Tanpa Beat Jay Electronica

Awal tahun ini adalah kali pertama saya mendengar lagu rap paling sakit (bisa juga 'sakti') dari Jay Electronica berjudul "Act I: Eternal Sunshine (The Pledge)". Sepanjang 15 menit, lagu ini memperdengarkan salah satu lirik rap paling puitis. Dengan begitu ambisius, Jay menggunakan potongan film, orasi, dan bentuk suara lain sebagai sampel di sela-sela rapalannya.

Sabtu sore itu, saya mendengarkan lagu ini sambil ketiduran. Di bagian keempat, sebelum part "Voodoo Man", terdengar suara anak-anak bicara, entah dengan bahasa bahasa Persia atau Kurdi (cek ke menit 10:55 di SoundCloud). Saya yang setengah tidur sambil dininabobokan lagu ini di earphone pun setengah memimpikan film yang sudah lama saya tonton, Turtles Can Fly (2004). Mungkin karena kebetulan (atau bukan) dan minimnya tontonan film berbahasa Kurdi saya, setelah saya cari tahu kemudian, ternyata memang sample yang digunakan oleh Jay Electronica di bagian tersebut berasal dari film Turtles Can Fly, sebuah film Kurdi tentang kehidupan anak-anak kamp pengungsi Kurdi di perbatasan Irak dan Turki.

 

 

Dari video YouTube di atas (cek menit ke:4.14), sampel dialog yang diambil dari film tersebut berasal dari adegan ketika seorang anak tunanetra berjalan mendekati ranjau dan sekumpulan anak-anak lainnya memberikan instruksi dari seberangnya. Bagian lagu yang bikin saya merinding setiap kali mendengarkannya ulang.

Bisa jadi Jay Electronica adalah salah satu rapper yang masih bisa diharapkan yang mampu masuk ke label dan jaringan besar saat ini (ia dikontrak oleh Roc Nation-nya Jay Z pada 2010). Kemampuannya memainkan kata, momentum, rima, jeda, dan penempatan elemen bunyi lainnya begitu cerdik dan tangkas. Lima belas menit "Act I: Eternal Sunshine (The Pledge)” diiringin oleh musik dari soundtrack film Eternal Sunshine of The Spotless Mind (2004) dari Jon Brion. Lima belas menit rap tanpa drum dan beat.

I took Eternal Sunshine and I looped it
No drums no hook just new shit”

 

Jay Electronica dan Film

 

Jay Electronica tampaknya pecinta film. Selain film Turtles Can Fly dan menggunakan soundtrack sebagai pengiring liriknya, rapper bernama lahir Timothy Elpadaro Thedford ini juga menggunakan potongan film Willy Wonka & The Chocolate Factory (1971) dalam part ke-2, "...Because He Breaks the Rules".

Grandpa Joe: Wh-When does he get it?
Willy Wonka: He doesn't
Grandpa Joe: Why not?
Willy Wonka: Because he broke the rules
.....
Willy Wonka: It's all there, black and white, clear as crystal! You stole fizzy lifting drinks! You bumped into the ceiling which now has to be washed and sterilized, so you get nothing! You lose! Good day, sir!

Ia seperti ingin menganalogikan Charlie dalam film Willy Wonka & The Chocolate Factory yang melanggar peraturan dengan cerita hubungan personalnya di mana kekasihnya bersama laki-laki lain.

"Because he break the rules"

bahwa...

"You stole fizzy lifting drinks! You bumped into the ceiling which now has to be washed and sterilized, so you get nothing! You lose!"

tampaknya menjadi analogi untuk rapalannya liriknya berikut:

The handling of a heart's a very delicate art cause it's paper thin;
One irrelevant thought that started out as a spark could be a poisonous dart;
But they was just chillin' and at that moment;
The right brain says to the left just kill ‘em.

 

 

Pengakuan Politik dan Keyakinan

Di bagian lagu lainnya, "FYI", Jay Electronica menggunakan sample dari suara Elijah Muhammad, ketua Nation of Islam, gerakan Islam di Detroit beranggotakan penduduk Afrika-Amerika yang sering dianggap sebagai gerakan separatis. Malcolm X, Muhammad Ali, Jay Electronica sendiri, bahkan Snoop Dogg kabarnya pernah menjadi anggota dari gerakan ini. Di bagian ini, ia seperti ingin bilang hal klise dengan cara yang tidak klise, bahwa manusia perlu lebih sadar terhadap hal-hal sekitar, bukan sekadar sadar materi.

While you was blowin' X amount of dollars on a bracelet;
The sovereign nation of France was openin' they files on the UFO phenomenon: i.e. spaceships;
It's just the facts, Jack may as well face it;
Every rhyme I write the seal get cracked in the chapter of;
Revelations;
A atom get cracked in the blackness of meditation.

Lirik di atas seperti menyambut pidato dari Elijah Muhammad berikut ini:

Don’t get me wrong now. Don’t make a mistake in thinking that I’m telling you this was the beginning of the man on the Earth. Fifty thousand years ago is like telling you thirty days ago or ten days ago or five days ago, to the age of the universe. We have no exact record of it but it runs way into the trillions.”

Selain menegaskan pandangan politik personalnya yang begitu dekat dengan Nation of Islam (dikabarkan bergabung juga dalam Five-Percent Nation yang didirikan atas penolakan ide dasar Nation of Islam), Jay Electronica yang dikenal sebagai Muslim ini juga tampaknya menjalankan hubungan open relationship terhadap kepercayaan-kepercayaan lain. Tengok lirik-liriknya yang seperti merangkul tuhan-tuhan dan nabi-nabi lainnya.

To the true nature of growth; the Christlike Buddha man”

Seperti belum cukup eklektik dengan Willy Wonka, anak-anak Kurdi, dan pidato ketua gerakan Nation of Islam dalam satu lagu; di part "Voodoo Man", Jay Electronica pun menggunting-tempel suara John Hilkevitch, yang setelah sejumlah pencarian instan ternyata adalah seorang kolumnis dari Chicago Tribune yang melaporkan penampakan UFO berbentuk disc di O'Hare International Airport pada tahun 2006.

"..on November 7th saw this disc-shaped object floating above the sea concourse of the United Airlines at O'Hare. Very low in the sky, it was still daylight, very distinct. Didn't look like an airplane, a helicopter, or anything else."

 

 

 

 

Sebelum selipan laporan tentang UFO di atas, lirik sempat menyinggung soal pesawat berbentuk disc. Dugaan saya ia mau bicara soal keyakinan atau musik, atau mungkin keyakinannya soal musik (hip-hop).

Voodoo man, tap dancing in the French Quarter;
Walking on water with a scroll in my hand;
The blueprints for a disc shaped-like vessel

Walking on water” seperti sedang membicarakan Yesus dan “blueprints for a disc shaped like vessel” bisa saja bicara soal musik. Namun, ia memainkan penangkapan makna pendengarnya dengan berita UFO yang berbentuk mirip disc.

Sambil sengaja menimpa laporan di atas sebelum fade out, ia menyambutnya dengan lirik berikut:

Voodoo man, civilize the savage
Criticize the parish
Spreading false doctrine
Terrorize the cleric for carrying on nonsense
Specialized lies to paralyze the conscience

Jelas, ia sedang mengkritik hip-hop. Mungkin ia mau bilang, please, stop your trash songs.

Let the wisdom of Elijah purify ya
Take a nigga higher

Ujung-ujungnya, ia pun tetap curhat soal kemuakannya pada lagu-lagu hip-hop yang tak jauh-jauh dari merapalkan rima soal tubuh perempuan,

but y'all would much rather hear me rappin' bout tras, the size of Erykah's ass”

Ngomongin narkoba,

saying you sell crack”,

Dan mobil-mobil mewah.

now you're on the wire talking about two-foot tires”

Lagu ini seperti mau bilang bahwa rapper asal New Orleans ini tidak main-main dengan rimanya. Dengan lirik yang begitu kaya referensi dan guntingan-guntingan sample dengan timing yang pas, sebutan “hip-hop's Jack Kerouac” oleh media sama sekali tidak berlebihan.