Latest Post

Pekko Käppi & K:H:H:L: Mun Vereni

Seorang dukun, sebuah topeng kayu, padang salju, dildo yang ditusuki jarum, dan seorang sosok yang berdansa sambil mengenakan kostum beruang. Selamat datang di dunia gila Pekko Käppi.

'Mun Vereni' adalah single dari 'Sanguis Meus, Mama!', album terbaru karya Pekko Käppi & K:H:H:L yang akan dirilis pekan depan. Band asal Finlandia ini menyajikan kolase kisah-kisah tradisional Finlandia dibalut musik psychedelic yang eksentrik. Pekko, vokalis dari band ini, bernyanyi tentang seluk beluk kehidupan seorang dukun dalam masyarakat Finlandia tradisional sambil menggesek jouhikko dengan beringas. Jouhikko, bagi pembaca yang tidak familiar dengan budaya pedalaman Finlandia, adalah alat musik gesek yang menyerupai biola dan kongahyan – yang biasa muncul di orkes-orkes Gambang Kromong. Nada jouhikko yang melengking dan terang ditabrakkan dengan ketukan psychedelic yang tak biasa dan ditutup chanting sahut-sahutan yang tak akan terdengar salah tempat di proyekan terbaru Rully Shabara Herman.

Penggunaan jouhikko – yang sejatinya sudah punah sejak abad 20 lalu – diangkat seiring dengan ketertarikan Pekko pada folktales dan adat lokal Finlandia yang selama ini dianggap telah hilang. "Voodoo Finlandia adalah tradisi yang paranoid," terang Soundi.fi, sebuah majalah musik lokal. "Orang Finlandia merasa perlu melindungi diri mereka sendiri dan barang miliknya, serta mengirim sebanyak mungkin kesialan bagi tetangganya. Meski ambigu, situasi ini menghasilkan kisah-kisah yang indah, liar secara estetika, dan sangat psikedelis." Interpretasi ini dikuatkan oleh kisah liar yang disajikan dalam video klip 'Mun Vereni'. Seorang pria, putus asa karena kesialan yang tak ditampilkan, mendatangi seorang dukun untuk meminta petuah. Ya, benar. Ini adalah lagu psychedelic tentang santet Finlandia.

Do I really need to say anything more?