Latest Post

Pesta Rilis album tribute to Panbers "HAAI" Kelompok Penerbang Roket

Skena rock tua Indonesia kembali menjadi kiblat bagi trio asal Jakarta ini, dengan memainknan riff-riff dipadu dengan mengambil settingan sound “Rock Jadul” mempertegas nafas era band rock Indonesia 70an. Sepakat memperkenalkan eksistensi mereka ke masyarakat luas ketiga pemuda ini menamakan diri mereka dengan Kelompok Penerbang Roket.

Tidak dibutuhkan waktu yang lama bagi Kelompok Penerbang Roket untuk dapat dikenal dan diterima di masyarakat Indonesia khususnya di Jakarta, beberapa kali mendapatkan hasil review yang bagus dari jurnalis musik Indonesia terkenal. Hingga saat ini, mereka sudah mengeluarkan 2 rilisan fisik yang keduanya sama-sama di garap di tahun 2015 ini, bahkan rencanya sedikit bocoran, bahwa mereka sedang merampungkan album ke 3 nya yang akan di rilis di penghujung tahun 2015.

Beranggotakan John Paul Patton, Rey Marshall, dan Viki Vikranta mereka bertiga sukses memenangkan kompetisi yang diadakan oleh Jack Daniels dan Sinjitos Records yang berbuahkan hadiah kesempatan untuk recording. Kesempatan tersebut mereka manfaatkan untuk mengembalikan tembang kenangan dari band rock papan atas yang sempat melejit dan menjadi perbincangan pada saat itu yaitu Panbers.

Mereka merekam tribute to Panbers yang berjudul “HAAI” dan merilis album tersebut pada jumat 31 Juli 2015 di Exodus-Kuningan City. Tampil gagah sebagai band pertama yang sukses membawa masa setianya turut membuat acara semakin gahar, sempat terjadi masalah yang memang dapat terjadi pada band manapun dan dalam kondisi apapun, penabuh drum berbadan tambun Viki sempat turun dari panggung dan terlihat emosi ketika settingan drum-nya tidak mampu untuk memenuhi ekspetasi saat itu, setelah cooling down dan dengan sedikit sisipan lelucon oleh Rey yang sangat yakin bahwa kejadian tersebut merupakan sebuah “gimmick dan stage act” yang memang sudah direncanakan sebelumnya, hingga akhirnya trio ini kembali menggeber dengan deretan lagu-lagu anyar dimana single dari Mati Muda dari mereka menjadi penutup aksi mereka saat itu.

Sedikit interview dengan Kelompok Penerbang Roket ketika mereka usai melaksanakan pesta rilis album tribute to Panbers:

>Dalam approaching untuk ngedapetin sound settingan vintage itu emang asli dibikin suasana seperti itu atau dengan bantuan teknologi digital biar kerasa “Rock Tua” nya?

Coki: Karena gua, Viki, Ray juga emang suka dengan sound-sound seperti itu, dan gue pribadi ngederinnya mostly lagu-lagu rock 70an kayak Deep Purple, AKA, dll. Gua juga lagi jarang banget dengerin band 90an keatas, tapi gua pribadi dengerin segala macem jenis musik tapi pake pengecualian sehingga bisa gua tuahkan di karya-karya gua pas bermusik.

>Waktu Ray sempat hilang, gimana cara kalian menyesuaikan kekosongan sosok Ray?

Coki: Kita menyikapi hal itu ya ada harus di tegasin lagi sih bahwa project untuk album ini udah jalan, kita bawa aja komitmennya lagi soalnya KPR kan bisa menang, masalah toleransi ya Ray emang harus “makan” apa yang dia buat karena itu pilihan dia jalanin resikonya, akhirnya gue sama Viki ngejalanin ini dibantu salah satu temen gua, dia main akhirnya gue direct gua bikin yang KPR banget, dan Ray pasti suka sama yang gua dan Viki buat karena udah percaya juga kan.

>Kenapa harus Panbers? Padahal banyak band rock tua Indonesia juga yang bagus kan?

Coki: Menurut lo Panbers terkenal ga? Tapi orang banyak yang gatau kan lagunya? Nah itu sebetulnya.

>Untuk ngebeli lisensinya itu sendiri gimana?

Coki: Nah itu, gua kenal sama David, dia Irama Nusantara. Temen lama gua, dan gue approach ke dia untuk ngedapetin lisensinya. David juga kenal Panbers, akhirnya diomongin tuh, dan gue bikin demo 2 lagu kasih ke Panbers dan akhirnya Panbers suka.

Viki: Panbers karena emang kita suka, jujur musik kita sebenarnya lebih ke AKA sih, cuman kalo kita cover lagu AKA ya kita kayak jalan setapak doing karena nuansanya sama lo ga akan dengerin perbedaan disitu.

Coki: Kalo ada orang mau dengerin Panbers coba aja dengerin, karena menurut gua Panbers sendiri kayak power pop. Kayak band-band Koes Plus gitu.

>Seberapa besar KPR terpengaruh dari segi lirik oleh band-band 70an itu?

Viki: Mostly kita kerjain bertiga sih emang, tapi berperan aktif banget si Coki. Dari terpengaruh sebenernya emang ngalir gitu aja sih menyesuaikan aja.

Coki: Lirik itu kan kalo dijabarin ya sebuah kalimat yang mengiri lagu gitu kan, yaudah berarti elo bisa bikin apa aja intinya tetap sama sih ngalir aja gitu.

>Rencana kedepan untuk KPR sendiri nih gimana?

Viki: Kita manggung lagi lumayan banyak yah, besok dalam waktu dekat ini malah kita pengen ke makasar manggung disana.

Coki: Gila yah, wah gua justru baru tau nih ntar kita bakalan main disana

Viki: Paling tour sih, mudah-mudahan jadi yah rencana kita akan keliling di Bali, sama band lokal sana dan rencana kita mau bikin album konsep juga nih.

Coki: Iya! Menurut gua juga lebih keren sih lebih inovatif nanti dengerin aja.

>Terimakasih untuk Kelompok Penerbang Roket, sukses kedepannya!

 

 

 

Adnan Satyanugraha Putra (@adnandenan)
Jakarta, 31 Juli 2015