Latest Post

SUB/SIDE Compilation Vol.01

Kenapa harus bernama SUB/SIDE? “Kami semua terinspirasi dari sebuah kaset yang selalu memiliki kedua sisi yaitu Side A dan Side B. Dari sanalah kami mengambil nama. Sedangkan untuk SUB sendiri adalah singkat nama dari SURABAYA.” Jelas Anitha Silvia selaku co-curator kompilasi ini. Pada SUB/SIDE Compilation Vol.01 telah terpilih 11 musisi asal Surabaya yang diseleksi oleh Anitha Silvia dan Eri Rukmana. Berikut ulasan kami:

1. Senthir Rina Wengi (Pathetic Experience)

@PatheticExp (reverbnation.com/patheticexperience)

Pada track pertama, saya berhasil disejukkan oleh beberapa petikan gitar khas yang berasal dari duo gitaris ini. Mereka adalah Dhimas Sozo dan Bagussatya Mahendra. Lagu ‘Senthir Rina Wengi’ ini sendiri memiliki arti dalam Bahasa Jawa, yaitu lampu di malam hari. Tak ada lirik memang pada setiap lagu mereka, tapi ketika mendalami setiap alunan gitarnya, ada ungkapan hati dan kesederhanaan yang lagi-lagi memang menjadi ciri khas lagu mereka. Ketika anda di kota, cobalah dengar lagu mereka. Jika nuansa pedesaan nan damai yang anda rasakan, itu pertanda mereka berhasil mendoktrin otak anda karena musiknya.

2. Semua Menjadi Bara (Hi Mom!)

@himomtheband (Soundcloud.com/himomtheband)

Mungkin benar, setelah 6 tahun perjuangan Hi Mom! malang melintang meramaikan scene music Surabaya, band yang dibawakan oleh Khukuh (Vocal/Rhythm), Indra (Lead Guitar), Adhiel (Bass), Eri (Keyboard), dan Koko (Drum) ini memang tak bisa dipungkiri skill dan taste yang dimiliki oleh setiap personilnya – sama-sama indah! ‘Semua Menjadi Bara’ adalah salah satu lagu yang memang saya mudah hafalkan karena lagunya yang easy listening, liriknya yang memiliki pesan tersendiri, dan satu lagi, Semua Menjadi Bara adalah satu-satunya lagu berlirik Bahasa Indonesia yang dimiliki oleh Hi Mom!. Lagu ‘Semua Menjadi Bara’ adalah salah satu track yang terdapat pada mini album mereka yang bertajuk “Gerimis Saat Kemarau”, yang rilis pada tahun 2011 lalu.

3. The State Of Containing Nothing (Dopest Dope)

@dopestdope (dopestdope.info.se)

Ya, mungkin hanya Dopest Dope yang membuat saya merasa terasing dan mengingat masa lalu (bahkan sebelum saya lahir). Musiknya yang kian sontak terdengar 90’ kids membuat saya ingat pertama kali ketika mendengar musik di MTV.  Terdengar setengah malas memang, tapi itulah Dopest Dope. Mereka memang 4 pria indie rock yang berhasil mengembalikan beberapa kenangan kita akan musik high school 90’ people. Band ini dibawakan oleh Ricky Mahardika (Vocal, Guitar), Sasmito Prawiro (Bass, Vocal), Oldy Nugraha (Drums), dan Dhimas Zoso (Lead Guitar).

4. Visual Pollution (Moskimos)

@moskimoskimos (reverbnation.com/moskimos)

Moskimos, band yang dipunggawai oleh 5 pria yaitu Rahadil Hermana (Vocal, Guitar), Irhamna Carreca (Vocal, Bass), Archy Sinatrya (Guitar), Gunk Dio (Keyboard), dan Jalu Mahardika (Drum). Tak kenal lekang kenakalan mereka memang. Sejak berdiri beberapa tahun lalu di Surabaya, Moskimos memang berani untuk tetap membawa unsur synth pada setiap lagu yang mereka ciptakan.

5. No Fans Just Friends (Fraud)

@fraudbeatdown (reverbnation.com/fraudsbhc)

Yang pasti, ketika mendengar musik dari Fraud, beatdown yang mereka berhasil ciptakan membuat band yang terdiri dari Rules (Vocal), Censky (Guitar), Soullamb (Bass), dan Prass (Drums) ini berhasil membawa suasana hardcore memang layak disejajarkan di scene musik Surabaya. Aktif pada FFS (Friends Family Syndicate) membuat Fraud cepat terdengar gaung musiknya di Kota Surabaya. Lagu ‘No Fans Just Friends’ merupakan salah satu lagu pionir Fraud pada album pertama mereka.

6. Los Muertos (Mooikite)

@mooikite (mooikite.blogspot.com)

Sudah beberapa kali ini, saya dapat menikmati setiap penampilan dari Mooikite. Entah ada magis apa pada setiap penampilan yang mereka sajikan. Yang saya ingat ketika wawancara bersama Mooikite setahun silam setelah kemenangannya memperoleh penghargaan ICEMA sebagai Favourite Newcomer, mereka tak pernah tahu genre spesifik dari Mooikite seperti apa. Pernah mengalami pasang surut personil membuat Mooikite terlihat lebih matang dengan anggota saat ini yang dibawakan oleh Cupu Yudis (Bass, Vocal), Ryan Ka (Guitar, Vocal), Talka Putra (Guitar), dan Gilang Tilot (Drums). Ketika mendengar nama Mooikite, jangan sampai terlewatkan akan aksi mereka di panggung. Tak akan ada keheningan, yang ada hanya keramaian, hentak, dan semangat dari musik mereka.

7. Ocean (Rainy Days)

@rainydaystoday (soundcloud.com/rainydaystoday)

Benar apa yang seperti dikatakan oleh kurator SUB/SIDE yaitu Eri Rukmana. Unsur pop, rock, dan shoegaze memang melekat pada band yang baru saja ini santer mengeluarkan EP “Triangle Positivity”. Band yang digawangi oleh Rian Prakoso (Vocal, Guitar), Veda Carreza (Keyboard), Ariksa Darmawan (Drum), dan Tigor Panjaitan (Bass) ini berhasil membawakan lagu Ocean hingga ke beberapa kota melalui tur 3 kota yaitu Malang, Yogyakarta, dan Surabaya. Jika kamu suka dengan nuansa shoegaze dan musik Britpop, Rainy Days memang cocok untuk didengarkan.

8. She Song (Porn Ikebana)

Last.fm/music/Porn+Ikebana

Mendengar nama bandnya saja membuat tersentil untuk mencari tahu, namun ketahuilah mereka adalah band yang sungguh menawan. Performans yang mereka sajikan selalu catchy untuk dipandang, mulai dari wadrobe yang sungguh stylish, alat musik yang selalu beragam, dan yang pasti suara seksi dari sang vokalis, Era Listyana. Dua kata untuk mereka: Dark Pop! Entah bagaimana, Era yang sekaligus menjadi lyricist dapat membuat lirik demi lirik yang elegan. Pertama kali mendengar mereka, saya seperti mendengar suara dari Elizabeth Fraser. Jika ingin mendengar lagu lain dari Porn Ikebana, saya sarankan lagu andalan yang memang easy listening dari mereka adalah ”A Date With Mr Big Foot.” Sayangnya, hingga saat ini Porn Ikebana sedang tidak aktif.

9. Friday Show (The Trafford)

@TheTrafford (soundcloud.com/the-trafford)

Track 9 yang kali ini dihujam dengan nuansa indie pop dan garage yang mengingatkan saya kepada The Libertines. The Trafford adalah salah satu band Surabaya yang berhasil membawakan nuansa tersebut sejak tahun 2011. Band yang dibawakan oleh Nandhir Raja (Lead Guitar), Faisal Haris Sadewo (Vocal, Guitar), Triyanto Ariwibowo (Bass, Pianica), Herindra Cahya (Drums), Diani Ps (Lead Vocal), dan Debrina Nindy (Vocal, Glokenspiels). Yang menjadi favorit saya adalah keberadaan Glockenspiel pada The Trafford. Lentingan logamnya membuat lagu ini tidak berat, catchy, dan menggemaskan.

10. Monday Reggae (The Ska Banton)

@TheSkaBanton

SUB/SIDE membawa kita kepada musik lintas genre, dan Ska adalah salah satu genre yang ramai di Kota Surabaya. The Ska Banton salah satunya. Band yang populer pada tahun 2011 ini terdiri dari 6 pria unik yaitu Rizky Martha (Trumpet), Bintang Simatupang (Trombone), Jack (Guitar), Sadewa (Bass), Trieta Skip (Piano, Organ), dan Irwin Aldila (Drum). Keenam orang ini sama-sama menjadi vokalis dari Ska Banton. Yang membuat mereka unik lagi adalah konsistensi Ska Banton yang masih menggunakan raw orisinil musik Ska, tanpa harus diberi embel-embel unsur musik lainnya. Ini mengingatkan saya pada band ska zaman dahulu, band ska yang dikenal hangat oleh warga Jamaika.

11. MNKTH – Manis Manja Remix (TerbujurKaku)

@TRBJRKXKX (Soundcloud.com/salahpencet)

Track akhir yang memuaskan datang dari TerbujurKaku. Ingat dangdut remix, atau remix dangdut pantura yang sering dipandang miring? Nah, itulah TerbujurKaku! Aprizal sang pungkasawa dibalik TerbujurKaku ini (lagi-lagi) berhasil membuat kita tak mengenal sekat dan gengsi dalam bermusik. Mixing lagu yang dicampur dengan unsur hardcore, dan efek suara khas jargon acara musik dangdut – “Masih mau lanjut?”; “Ampun DJ!” – menjadikan TerbujurKaku terdengar sangat unik. Hingga saat ini, lagu yang membuat saya senang terhadap TerbujurKaku adalah remix ’Hamil Duluan’, lagu yang sempat bikin malu karena image-nya berhasil dipoles oleh TerbujurKaku menjadi lagu yang bisa bikin kita tanpa harus malu bergoyang bersama anak-anak pecinta dangdut koplo, maupun dangdut mix lainnya. Satu-satunya musik dangdut remix yang dapat menembus hati, pikiran, dan attitude anak muda di Surabaya tanpa harus malu menyandang status dangdut saat ini, ialah TerbujurKaku.